Tahun rilis: 2009 Sutradara: Andrzej Bartkowiak Pemain: Kristin Kreuk, Neal McDonough, Chris Klein, Michael Clarke Duncan, Taboo, Robin Shou, Moon Bloodgood Di
adaptasi dari game populer, Street Fighter untuk kedua kalinya diangkat
kelayar lebar. Tokoh utama tidak lagi terfokus pada Guile, tapi Chun
Li. Sebuah langkah yang berani untuk mengangkat kembali game ini ke
layar lebar. Perlu diingatkan untuk tidak berekspektasi berlebihan
sebelum pergi ke bioskop dan menonton film ini. Cerita berputar pada
masa lalu Chun Li saat ayahnya diculik oleh pemimpin organisasi jahat
bernama M. Bison. Ingatan pahit masa lalu itu terus terngiang-ngiang
dikepalanya. Ibunya menjadi sakit-sakitan dan Chun Li tumbuh menjadi
perempuan yang penuh rasa dendam. Jalan untuk membalas dendam mulai
terbuka saat berbagai peristiwa menuntunnya menemui seorang ahli
beladiri bernama Gen. Entah
apa yang salah dengan film ini. Plot terasa begitu membosankan dan agak
berantakan disana-sini. proses editing tampaknya agak kurang
diperhatikan. banyak adegan yang kurang begitu bagus transisinya.
Efek-efek suara juga agak berlebihan, hal ini dapat dimengerti karena
film ini diangkat dari game dan mungkin itu yang coba ditunjukkan oleh
sang sutradara, menampilkan elemen-elemen dalam gamenya. Seperti biasa,
untuk mengubah sebuah adaptasi menjadi lebih realistis, sang sutradara
menggunakan kostum serba hitam dan tampilan natural untuk
karakter-karakter penting dalam cerita ini. Berhasilkah? bisa dibilang
gagal. Modifikasi mungkin masih bisa diterima, namun rombak total
bukanlah sesuatu yang diharapkan oleh para penggemar game Street
Fighter yang mungkin berekspektasi tinggi terhadap film ini. Adegan
perkelahian lumayan berhasil menghilangkan kebosanan menonton.
koreografinya terlihat natural dan tidak kaku. Satu hal yang mengganggu
adalah tokoh Chun Li dan Maya yang logatnya terlalu “bule” dalam
penggunaan bahasa Mandarin dan Thai. Malah beberapa penonton tertawa
saat tokoh Maya mengucapkan dialog dalam bahasa Thai. Secara
keseluruhan film ini bisa dibilang tidak menawarkan sesuatu yang wah.
Cukup untuk penghibur bila memang tidak ada film lain yang bisa
ditonton.
|